Kamis, 04 Desember 2014

Fungsi

0

F(x)

Description: http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/9/96/Graph_of_example_function.svg/250px-Graph_of_example_function.svg.png
Grafik contoh sebuah fungsi,
Description: \begin{align}&\scriptstyle  \\ &\textstyle f(x) = \frac{(4x^3-6x^2+1)\sqrt{x+1}}{3-x}\end{align}
Baik domain maupun kisaran dalam gambar adalah himpunan bilangan riil di antara -1 dan 1,5
Fungsi, dalam istilah matematika adalah pemetaan setiap anggota sebuah himpunan (dinamakan sebagai domain) kepada anggota himpunanyang lain (dinamakan sebagai kodomain). Istilah ini berbeda pengertiannya dengan kata yang sama yang dipakai sehari-hari, seperti “alatnya berfungsi dengan baik.” Konsep fungsi adalah salah satu konsep dasar dari matematika dan setiap ilmu kuantitatif. Istilah "fungsi", "pemetaan", "peta", "transformasi", dan "operator" biasanya dipakai secara sinonim.
Anggota himpunan yang dipetakan dapat berupa apa saja (kata, orang, atau objek lain), namun biasanya yang dibahas adalah besaran matematika seperti bilangan riil. Contoh sebuah fungsi dengan domain dan kodomain himpunan bilangan riil adalah y=f(2x), yang menghubungkan suatu bilangan riil dengan bilangan riil lain yang dua kali lebih besar. Dalam hal ini kita dapat menulis f(5)=10.

Notasi

Untuk mendefinisikan fungsi dapat digunakan notasi berikut.
Description: f : A \rightarrow B
Dengan demikian kita telah mendefinisikan fungsi f yang memetakan setiap elemen himpunan A kepada B. Notasi ini hanya mengatakan bahwa ada sebuah fungsi f yang memetakan dua himpunan, A kepada B. Tetapi bagaimana tepatnya pemetaan tersebut tidaklah terungkapkan dengan baik. Maka kita dapat menggunakan notasi lain.
Description: x \in A
Description: f : x \rightarrow x^2

Penetapan Performance Dengan Metode Speed Rating

0

Penetapan performance dengan metode speed rating

Tujuan
Ø   Menilai kemampuan time study analyst ( rater) dalam menetapkan performance rating operator yang diamati
Ø  Mengetahui performance rating dari tiap2 operator yang diamati kemudian membandingkan estiomasi  performance rating yang dibuat
Ø Melihat peyimpangan anrata yang telah di tetapkan dengan performance rating yang sebenarnya
Ø        Secara khusus  diharapkan dari percobaan ini adalah sebagaia media pelatihan bagi para mahasiswa afgar mampu betindak sebagai time study analyst atau sekaligus sebagai rater

Landasan teori
 Performance rating diartikan sebagai aktiitas untuk menilai atau mengevaluasi tempo kerja operator.    Kegiatan performance rating ini barangkali merupakan suatu hal yang paling sulit tetapi justru yang paling  penting dalam aktivitas pengukuran kerja yaitu untuk menormalkan kondisi kerja yang waktunya telah diukur. Metode untuk menetukan performance rating yaitu bedeux, Westinghouse system, dll diaplikasikan bedasarkan speed rating , yaitu menetapkan performance rating dengan memeprhatikan kecepatan kerja yang ditunjukan oleh operator yang diamati,alasannya adalah sederahana cepat dan mudah.

Penyesuaian waktu dengan performance rating
Maksud dan tujuan melaksanakan performance rating adalah agar waktu kerja lebih tepatnya kondisi kerja yang diamati waktunya dapat dibawa kekondisi normal. Rating adalah suatu persoalan penilai yang merupakan bagian dari aktivitas pengukuran kerja guna menetapkan waktu setandar penyelesaian kerja.
Untuk menormalkan waktu kerja yang diperoleh dari hasil pengamatan ( waktu), maka biasanya dilakukan dengan mengadakan penyesuaian yaitu dengan mengalihkan waktu pengamatan rata2 ( waktu siklus atau waktu elemen kerja) dengan faktoor penyesuia ( performance kerja)


Performance rating dengan metode speed rating 
Disini rating didasarkan pada factor tnggal yaitu menurut kecepatan atau tempo kerja operator .dengan metode speed rating maka proses penetapan rating factor akan dilaksanakan dengan cara membandingkan kemapuan yang di tetapkan oleh kecepatan atau tempo kerja operator dengan konsep kemampuan normal yang di miliki oleh time study analyst( rater).

Westing house system rating
System yang di kenalkan oleh weting house company (1927). Lebih lengkap disini  rating didasarkan oleh 4 faktor yaitu kecakapan (skill), usaha (effort), kondisi kerja ( working condition
), dan keajegan (consistency).
Ø  Ketarampilan di definisikan sebagai kemampua n mengikuti cara kerja yang di tetapkan, keterampilan dibagi dalam 6 kelas yaitu super skill, excellent. Good, average, fair dan poor skill.
Ø  Usaha merupakan kesungguhan yang di tunjukkan oleh operator ketika melakukan pekerjaan. Usaha juga di bagi 6 kelas , yaitu. Excessive, excellent, good, average, fir dan poor,
Ø  Kondisi kerja  adalah kondisi fisik lingkungan kerja , seperti pencahayaan , temperatr, dan kebisingan ruangan , kondisi juga terbagi 6 kelas yaitu. Ideal, excellent, good, average, fair dan pool. Pada dasarnya kondisi kerja ideal adalah kondisi yang paling cocok untuk pekerjaan yang bersangkutan , yaitu yang memungkikan performance maksimal dari operarator.

Synthetic rating 
Synthetic rating adalah metode untuk mengevalusi tempo kerja operator yang berdasarkan nilai waktu yang di tetapkan terlebih dahulu .

Peralatan peraktikum 
Ø         Stop watch
Ø           Pinboard
Ø          Kartu bridge
Ø           Meja kerja
Ø          Lembar pengamatan

   Prosedur pelaksanaan praktikum
Ø               Bagi tugas kelompok 
Ø              Buat daftar performance rating bedasarkan waktu normal.
Ø                Pilih operator yang akan di amati.
Ø                  Percobaan dengan membagikan kartu bridge (52 lembar) ke dalam 4 kumpulan (permainan)
Ø                  Percobaan dengan pinboard perosedur sama
Ø                 Setiap operator melakukan percobaan sebanyak 5 kali

Analisa Perencanaan Kerja

0

Analisis perancangan kerja pada awalnya dikembangkan oleh F.W. Taylor dan F.B. Gilberth. Penelitian-penelitian mereka sesungguhnya tidak dilakukan secara bersamaan, namun hasil-hasil penelitian mereka telah digabungkan dan dikembangkan sehingga akhirnya dikenal sebagai Teknik Tata Cara Kerja atau Methods Engineering.

A. Tokoh-Tokoh Teknik Tata Cara Kerja
F.W. Taylor merupakan tokoh yang terkenal dengan penelitian pengukuran waktunya. Hasil penelitian F.W. Taylor menunjukkan bahwa hasil kerja seseorang sangat dipengaruhi oleh lamanya waktu bekerja, waktu istirahat, dan frekuensi istirahat. Sehubungan dengan penerapan hasil penelitiannya ini, Taylor melakukan pengukuran-pengukuran waktu dengan menggunakan stop watch. Ilmu-ilmu di bidang pengukuran waktu selanjutnya mengalami perkembangan, seperti lahirnya Data waktu Standard, Data Waktu Gerakan, dan penggunaan work sampling sebagai salah satu alternatif lain dalam pengukuran waktu.
Tokoh lainnya yang juga berperan besar dalam pengembangan teknik tata cara kerja adalah F.B. Gilberth. Penelitian-penelitian yang dilakukan Gilberth adalah terkait dengan gerakan-gerakan kerja operator yang diamati dengan menggunakan rekaman kamera. Penelitian tersebut berujung pada penemuan suatu prosedur untuk menganalisa gerakan kerja dan memperbaikinya. Prosedur tersebut adalah membagi gerakan-gerakan kerja menjadi elemen-elemen gerakan dasar yang merupakan bagian dari suatu gerakan.
Elemen-elemen gerakan yang dikembangkan oleh Gilberth berjumlah 17 buah dan dan dengan elemen-elemen inilah perbaikan-perbaikan gerakan dilakukan. F.B. Gilberth menerbitkan bukunya pada tahun 1991 berjudul “Motion Study”. Selain itu, ia mengembangkan prinsip-prinsip perancangan sistem kerja yang dikenal sebagai Ekonomi Gerakan. Prinsip-prinsip ini dimaksudkan untuk mendapatkan suatu sistem kerja yang terancang baik sehingga memudahkan dan menyamankan gerakan-gerakan kerja untuk sejauh mungkin menghindarkan atau melambatkan datangnya kelemahan (fitique).
B. Perkembangan Teknik Tata Cara Kerja
Ilmu-ilmu yang dikembangkan oleh Taylor dan Gilberth selanjutnya diterapkan secara bersama-sama sebagai suatu kesatuan yang saling melengkapi. Dalam perkembangannya, kemudian keduanya dipandang sebagai satu kesatuan yang dikenal dengan nama “Time and Motion Study” atau studi waktu dan gerakan, istilah lainnya untuk hal ini adalah Methods Engineerings. Setelah teknik pengukuran waktu dan prinsip-prinsip dalam studi gerakan melebur menjadi satu sebagaimethods engineerings, dilakukan berbagai penelitian untuk mengembangkannya. Salah satu penelitian tersebut antara lain sampling pekerjaan (work sampling) oleh L.H.C Tippet di Inggris pada tahun 1930-an. Hal ini memungkinkan dilakukannya pengukuran waktu bagi pekerja-pekerja tak langsung.
Data waktu baku merupakan pengembangan dan penyusunan data tentang waktu-waktu kerja bagi berbagai pekerja dan elemen-elemennya. Pada teknik ini, pengukuran waktu dan prinsip-prinsip studi gerakan dipadu dengan teknik-teknik matematik. Perkembangan lebih lanjut dari hal ini adalah Data Waktu Gerakan, yaitu merupakan pengembangan dan penyusunan data secara baku bagi elemen-elemen gerakan.
Pekerja sebagai faktor hidup dalam suatu kegiatan sistem kerja sangat mempengaruhi tercapai atau tidaknya tujuan kerja, sebab manusia akan membawa berbagai sifat dan kemampuannya dalam bekerja. Penelitian terhadap faktor manusia dalam bekerja mengalami perkembangan secara cukup signifikan. Hal ini berujung pada terciptanya bidang ilmu Human Factors Engineering atau Ergonomi.
C. Pengertian dan Ruang Lingkup Tata Cara Kerja
Teknik tata cara kerja adalah suatu ilmu yang terdiri dari teknik-teknik dan prinsip-prinsip untuk mendapatkan rancangan (desain) terbaik dari sistem kerja. Teknik-teknik dan prinsip-prinsip ini digunakan untuk mengatur komponen-komponen sistem kerja yang terdiri dari manusia dengan sifat dan kemampuan-kemampuannya, bahan, perlengkapan, dan peralatan kerja serta lingkungan kerja sehingga dicapai tingkat efisiensi dan produktifitas yang tinggi yang diukur berdasarkan waktu yang dihabiskan, tenaga yang dipakai, serta akibat-akibat sosiologis, dan psikologis yang ditimbulkannya.
Ruang lingkup ilmu teknik tata cara kerja dapat dibagi ke dalam dua bagian besar, yaitu pengaturan dan pengukuran kerja. Peraturan kerja berisi prinsip-prinsip mengatur komponen-komponen sistem kerja untuk mendapatkan alternatif-alternatif sistem kerja yang terbaik. Pada bagian pengaturan ini kita dipersenjatai dengan prinsip-prinsip yang harus diperhatikan dan diusahakan pelaksanaannya. Prinsip-prinsip kerja ini pada akhirnya akan membantu kita untuk memperoleh alternatif-alternatif sistem kerja terbaik. Hal-hal yang diatur dengan prinsip-prinsip pengaturan kerja antara lain terdiri dari faktor-faktor manusia, studi gerakan, dan ekonomi gerakan.

Teknik tata cara kerja tidak hanya membahas tentang prinsip-prinsip pengaturan kerja, melainkan membahas pula tentang teknik-teknik pengukuran kerja. Teknik-teknik pengukuran kerja tersebut terdiri dari pengukuran waktu, pengukuran tenaga, pengukuran psikologis, dan pengukuran sosiologis. Keempat hal tersebut merupakan empat kriteria yang dipandang sebagai pengukur yang baik. Artinya suatu sistem kerja dinilai baik jika sistem ini memungkinkan waktu penyelesaian sangat singkat, tenaga yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan sangat sedikit dan akibat-akibat psikologis dan sosiologis yang ditimbulkan sangat minim.

Pengertian Pengantar Teknik Industi

0

PENGERTIAN
Pengertian Teknik Industri berdasarkan IIE (Institute of Industrial and System Engineering) adalah sebagai berikut :
“ Industrial Engineering is concerned with the design, improvement, and installation of integrated system of people, materials, information, equipment, and energy. It draws upon specialized knowledge and skill in the mathematical, physical, and social sciences together with the principles and methods of engineering analysis and design to specify, predict, and evaluate the result to be obtained from such system.”
Teknik Industri adalah suatu teknik yang mencakup bidang desain, perbaikan, dan pemasangan dari sistem integral yang terdiri dari manusia, bahan-bahan, informasi, peralatan dan energi. Hal ini digambarkan sebagai pengetahuan dan keterampilan yang spesifik pada metematika, fisika, dan ilmu-ilmu sosial bersama dengan prinsip dan metode dari analisis keteknikan dan desain untuk mengkhususkan, memprediksi, dan mengevaluasi hasil yang akan dicapai dari suatu sistem.
Teknik Industri berkenaan dengan proses untuk memperbaiki performansi keseluruhan dari sistem yang dapat diukur dari ukuran-ukuran ekonomi, pencapaian kualitas, dampak terhadap lingkungan, dan bagaimana semua hal tersebut dapat memberikan manfaat pada kehidupan manusia
Teknik Industri juga dapat diartikan sebagai suatu teknik manajemen sistem, yaitu suatu teknik yang mengatur sistem tersebut secara keseluruhan dengan mempertimbangkan aspek-aspek yang terkait. Aspek-aspek tersebut antara lain manusia sebagai aspek terpenting, mesin dan material. Teknik Industri mengatur agar sistem tersebut berjalan dengan cara yang paling produktif, efektif dan efisien.
Profesi Teknik Industri
Seorang insinyur teknik industri menjadikan industri sebagai titik awal dan pusat pengembangan karirnya. Insinyur teknik industri terlibat dalam pengorganisasian, desain tempat kerja dan laju aliran materi dalam proses produksi di pabrik. Lapangan kerja bagi sarjana teknik industri di zaman sekarang meluas, tidak hanya di manufaktur tetapi juga di bidang non-manufaktur seperti rumah sakit, toko retail, perbankan, dan lain-lain. Dalam buku sumber, profesi teknik industri memiliki kompetensi-kompetensi berikut:
1. Work Design and Measurement
Teknik mengukur performa kerja supaya standar waktu kerja dapat ditentukan. Dengan begitu, jadwal kerja harian dapat dirancang dari jadwal produksi total (jangka panjang). Di bidang ini juga digunakan Predetermined Time Systems.
2. Plant Location and layout
Kemampuan tata letak dan lokasi pabrik, meliputi mengumpulkan, melakukan kompilasi, dan mengevaluasi data yang diperlukan untuk membuat keputusan lokasi terbaik untuk pabrik.
3. Engineering Economy
Kemampuan mengimplementasikan sisi ekonomi dalam engineering. Sesuai yang diajarkan oleh Henry Towne.
4. Production Planning and Inventory Control
Kemampuan mengeset level keseluruhan output manufaktur untuk mendapatkan rating produksi yang bisa meraih target perusahaan dan menjaga production force tetap stabil.
5. Statistical Quality Control
Kemampuan mendata output kerja secara statistik.
6. Linear Programming
Kemampuan menyederhanakan langkah kerja dan juga menyusun sistem kerja yang linear sehingga mempermudah produksi.
7. Operations Research
Kemampuan untuk survei dan riset mengenai sistem operasi yang baik dan efisien.
Dengan keahliannya, profesi-profesi yang tersedia bagi seorang sarjana teknik industri di antaranya:
Konsultan
Seorang sarjana teknik industri dapat mengevaluasi sitem kerja sebuah perusahaan dan mendesain sebuah solusi sistem yang lebih baik, untuk meningkatkan produktifitas perusahaan. 6 fungsi utama dari seorang Konsultan, yaitu:
Mengembangkan dan mengoptimalisasikan potensi-potensi yang ada dalam suatu perusahaan atau industri.
Memberikan saran-saran, menerapkan pengalaman-pengalamannya dalam suatu perusahaan.
Menganalisa permasalahan yang ada dalam suatu perusahaan.
Sebagai katalisator, dengan mengembangkan sistem manajerial.
Mengadakan pelatihan dan pembelajaran.
Menginovasikan, memadukan, dan menerjemahkan teknologi, program, dan pemecahan masalah.
Supervisor
Bidang ini mengawasi jalannya sistem produksi di pabrik. Supervisor membutuhkan pengetahuan tentang ergonomi kerja, statistik dan ilmu teknik industri lainnya.
Manajer
Sejak ditemukannya “scientific management” oleh Taylor dan “administrative and behaviour management”, sarjana teknik industri memiliki kompetensi untuk mengatur dan mengoptimasi kerja organisasi.
Profil Lulusan Teknik Industri
Profil dan Kompetensi Sarjana Teknik Industri :
-Mampu mengidentifikasi, menformulasikan, dan memecahkan masalah-masalah sistem integral menggunakan alat-alat pokok analitikal, komputasional, dan/atau eksperimantal.
-Mempunyai wawasan luas sehingga dapat memahami dampak penerapan keilmuan Teknik Industri terhadap konteks global/sosial.
-Mampu berkomunikasi secara efektif
-Mampu bekerja sama dalam kelompok yang bersifat multi disiplin, baik dalam peran sebagai pemimpin maupun anggota kelompok.
-Mampu menerapkan teknik dan alat analisis baru yang diperlukan dalam menjalankan praktik profesi ke-teknik-industrian-nya.
-Memahami dan menyadari tanggung jawab profesi dan etika.
Basic Knowledge and Tool

Basic Knowledge :
> Mathematics
> Physical Phenomena
> Engineering Sciences
> Social Sciences
Tool :
> Industrial Engineering Method
> Systemic and Integrated
Process :
> Design

KELOMPOK KEAHLIAN
Rekayasa Sistem Manufaktur
- Perancangan (Design) à mampu merancang sistem manufaktur dimulai dari penjabaran kebutuhan pasar menjadi parameter design dan rancangan produk serta sistem manufakturnya.
- Perekayasaan (Engineering) à memahami rekayasa transformasi produksi khususnya yang terkait dengan interajsi man, machine dan material.
- Fabrikasi (Manufacturing) à mampu menangani proses pembuatan produk serta menguasai metode pengoperasian pabrik dan fungsi manajemen yang terkait serta perbaikannya (improvement).
- Wawasan usaha (Business Insight) à mampu mengidentifikasikan kebutuhan pasar serta peluang usaha dan memperkirakan kelayaka usahanya.
Rekayasa Manajemen Industri
- Perancangan (Design) à mampu merancang sistem manajemen yang sesuai dengan karakteristik sistem manufakturnya.
- Pengoperasian (Operation) à memahami dan mampu menangani proses manajemen (Planning, Organizing, Actuating, Controlling), mampu untuk memimpin, memotivasi serta bekerja sama dengan berbagai unsur yang terkait (Leadership).
- Perbaikan (Improvement) à mampu mengenali masalah dan melakukan perbaikan
- Wawasan Usaha (Business Insight) à mampu mengidentifikasikan kebutuhan pasar serta peluang usaha dan memperkirakan kelayakan usahanya serta merealisasikannya.


Gambar-Gambar Kontruksi

0

Gambar-Gambar Konstruksi

Sebelum masa pembangunan, sebuah bangunan gedung akan melalui tahap perencanaan. Sebagai alat komunikasinya digunakanlah gambar-gambar yang memberikan ilustrasi tentang gedung tersebut nantinya. Selain untuk menampilkan wujud fisik bangunannya, gambar-gambar ini digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam merencanakan struktur bangunan dan sistem utilitas di dalamnya sehingga selain bangunan tersebut terlihat indah, juga aman dan nyaman untuk ditempati.
Semakin rumit wujud dan fungsi bangunan, maka akan semakin banyak gambar yang dibutuhkan sehingga memudahkan dalam pelaksanaan konstruksi nantinya.
Selama proses perencanaan hingga selesainya pekerjaan, dikenal beberapa jenis gambar, yaitu :

1. Gambar PERENCANAAN
Adalah gambar yang dihasilkan dari pemikiran dari para perencana seperti arsitek, engineer struktur, mekanikal dan elektrikal. Gambar perencanaan merupakan imajinasi dari para perencana yang digunakan sebagai alat komunikasi dengan pemilik pekerjaan sehingga pemilik pekerjaan dapat mengetahui sejauh mana bangunan yang direncanakan tersebut memenuhi keinginan dan kebutuhannya. Karena itu gambar perencanaan akan mengalami banyak perubahan hingga pada tahap yang sudah disepakati bersama atau bahkan hingga pemilik menemukan keinginannya. Gambar perencanaan belum memiliki detil yang cukup hingga layak untuk dijadikan acuan dalam proses pembangunan.

2. Gambar TENDER
Gambar tender adalah gambar yang digunakan sebagai acuan dalam perhitungan volume pekerjaan dalam proses pemilihan kontraktor. Gambar ini sudah lebih detil dari gambar perencanaan. Ukuran-ukuran penting sudah tertera dengan jelas, gambar-gambar pelengkap sudah tersedia, acuan-acuan untuk pembangunan juga sudah diberikan. Tujuannya adalah menunjang perhitungan yang cermat sesuai dengan spesifikasi yang diminta. Gambar ini mengikat terhadap penawaran yang sudah diberikan dan menjadi acuan terhadap klaim dalam tahap selanjutnya.

3. Gambar KONSTRUKSI
Tahap selanjutnya setelah pemilihan kontraktor adalah memulai pembangunan (konstruksi). Untuk itu gambar ini diluncurkan, yang isinya adalah penyempurnaan dari gambar tender. Penyempurnaan ini terjadi karena pada masa tender adakalanya antara uraian pekerjaan, spesifikasi teknis dan gambar terdapat perbedaan. Setelah disepakati pada saat tender (terangkum dalam berita acara rapat klarifikasi) maka perubahan yang terjadi dituangkan dalam gambar konstruksi ini. Gambar ini kemudian menjadi acuan bagi kontraktor untuk melaksanakan pekerjaan dan menjadi dasar juga untuk pelaksanaan yang dilimpahkan pada pihak ketiga.

4. Gambar KERJA (Shop Drawing)
Agar hasil pembangunan nantinya tidak berbeda dari yang sudah direncanakan maka pihak kontraktor membuat gambar ini yang isinya sudah jauh lebih detil dari jenis gambar sebelumnya (gambar konstruksi). Ukuran-ukuran sudah diberikan hingga detil, memperjelas hasil yang diinginkan. Detil material yang akan digunakan sudah dicantumkan (sesuai dengan spesifikasi teknis yang ditentukan). Acuan-acuan pekerjaan juga sudah dicantumnya. Intinya gambar ini dibuat sejelas mungkin sehingga pelaksana pekerjaan (mandor, tukang) dan pengawas (pelaksana, quality control) mengerti hasil yang diinginkan dan tidak mebuat perubahan dari gambar konstruksi sudah diberikan di tahap sebelumnya. Gambar kerja ini sebelum digunakan di lapangan harus mendapatkan persetujuan dari perwakilan dari pemilik pekerjaan di lapangan (direksi pengawas) dengan acuan adalah gambar konstruksi. Jika ternyata ada perbedaan yang harus dilakukan di lapangan maka direksi pengawas harus membubuhkan penyataan perubahan dan diberi tandatangan di atas gambar yang dimaksud. Catatan-catatan dan dokumentasi lainnya akan menjadi acuan dalam pembuatan As Built Drawing nantinya.

5. Gambar JADI (As Built Drawing)
Adalah gambar final dari bangunan gedung yang sudah selesai dilaksanakan. Gambar ini dibuat oleh kontraktor sebagai pertanggungjawaban atas pekerjaan yang sudah dilakukan dan akan digunakan oleh pemilik bangunan sebagai acuan dalam melakukan perawatan nantinya. Gambar ini memuat informasi dalam gambar kerja ditambah catatan-catatan perubahan di lapangan.

Bisa terjadi beberapa jenis gambar di atas dihilangkan dengan alasan untuk menghemat waktu dan biaya, tergantung pada perjanjian yang dilakukan antara pemilik pekerjaan dengan kontraktor, misalnya pada jenis pekerjaan design and built. Penggunaan gambar-gambar ini dimaksudkan agar hasil pelaksanaan sesuai dengan keinginan pemilik dan dengan biaya dan waktu yang sudah diperkirakan sebelumnya.

Jenis Proyeksi

0

Proyeksi Ortogonal

- Garis-garis proyeksi sejajar
- Bidang proyeksi tegak lurus terhadap garis proyeksi 

Pemilihan Pandangan :
  • Pandangan Depan (Pusat)
- Menunjukkan syarat dan karakteristik terbanyak
- Memiliki pandangan maya paling sedikit
- Menunjukkan panjang dan tinggi benda
  • Pandangan Atas
- Menunjukkan panjang dan lebar benda
  • Pandangan Samping (Biasanya kanan)
- Menunjukkan lebar dan tinggi benda
- Menggunakan pandangan kiri apabila garis yang tersembunyilebih sedikit
  • Terkadang tidak diperlukan 3 pandangan untuk suatu gambarteknik 

Pemilihan Pandangan :
  • Pandangan Depan (Pusat)
- Menunjukkan syarat dan karakteristik terbanyak
- Memiliki pandangan maya paling sedikit
- Menunjukkan panjang dan tinggi benda
  • Pandangan Atas
- Menunjukkan panjang dan lebar benda
  • Pandangan Samping (Biasanya kanan)
- Menunjukkan lebar dan tinggi benda
- Menggunakan pandangan kiri apabila garis yang tersembunyilebih sedikit
  • Terkadang tidak diperlukan 3 pandangan untuk suatu gambarteknik 

Pendimensian bertujuan untuk mengetahui ukurandan bentuk sebenarnya dari sebuah benda atau mesinindustriTeknik pendimensian gambar teknik.

More info: http://learnmine.blogspot.com/2013/06/dasar-gambar-teknik.html#ixzz3KzQr43X2

Dasar Gambar Teknik

0

Pengertian menggambar teknik adalah gambar yang bersifat tegas, terdiri dari garis-garis, simbol-simbol serta tulisan tegak yang telah disepakati atau mempunyai standar tertentu. Sebuah gambar adalah suatu bentuk goresan yang sangat jelas dari benda nyata, ide atau rencana yang diusulkan untuk pembuatan atau konstruksi selanjutnya. Gambar mungkin berbentuk banyak, tetapi metode membuat gambar yang sangat jelas adalah sebuah bentuk alami dasar dari komunikasi ide-ide yang umum. Pada dunia keteknikan gambar yang berkaitan dengan keteknikan disebut dengan gambar teknik.

Fungsi Gambar Teknik : 
  • Penyampaian Informasi
  • Penyimpanan dan penggunaan keterangan (data teknis)
  • Cara-cara pemikiran (perencanaan) data penyiapan informasi

Standar Ukuran Kertas Menurut ISO : 

-A4à 210 mm x 297 mm 
-A3à 297 mm x 420 mm 
-A2 à 420 mm x 594 mm 
-A1 à 594 mm x 840 mm 
-A0 à 841 mm x 1189 mm 
-A0 & A1 garis tepi 20 mm 
-A2, A3 & A4 garis tepi 10 mm

Peralatan & Perlengkapan Menggambar : 

- Meja gambar & kursi
- Penggaris segitiga (45° & 30°-60°)
- Pensil mekanik 0.3 & 0.5
- Mall huruf 0.3 & 0.5
- Kertas gambar & lingkaran
- Karet & mall penghapus
- Jangka & busur derajat
- Penggaris (min. 30cm)
- Rapido 0.1, 0.3 & 0.5
- Kalkulator 


Macam-macam Garis & Kegunaannya

Garis-garis pembentuk dalam gambar teknik dibedakan bentuk dan ukurannya menurut bermacam-macam fungsi. Oleh karena itu pada lukisan-lukisan dasar yang akan dibuat hendaknya mulai menerapkan aturan ini. 
Pembagian garis-garis gambar tersebut adalah sebagai berikut :

Garis dan Kegunaannya

Teknik Menggambar Garis gores & Garis bertitik
Garis gores dan Garis titik



Cara Pemberian Judul pada Gambar
Pemberian judul pada Gambar

Contoh Gambar Teknik
sealkazzsoftware.blogspot.com resepkuekeringku.com